Tanaman padi dapat dikembangkan secara langsung baik dengan benih maupun dengan benih yang disemai menjadi bibit. Benih yang digunakan terlebih dahulu disemai selama 21 - 28 hari, kemudian dicabut dan ditanam diareal yang telah disiapkan. Sementara padi gogo menggunakan benih yang ditanam langsung tanpa disemai. Setelah mengetahui hal-hal penting yang harus diperhatikan, selanjutnya ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memperbanyak anakan padi : 1. Penanaman Bibit Padi. Jangan gunakan bibit padi yang sudah tua dalam penanaman bibit padi. Gunakan bibit padi yang umurnya muda yaitu sekitar 10 – 15 Hari Setelah Semai (HSS). Untuk menyiasati hal tersebut dan membuat makanan rumah menjadi lebih sehat, kamu bisa menerapkan cara menanam cabe rawit di polybag yang sangat mudah loh! Yuk, langsung saja kita simak langkah-langkahnya berikut ini. Scroll ke bawah untuk lanjut membaca. 1. Ketinggian dan suhu udara. TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI Benih padi yang akan diproduksi tidak hanya untuk varietas yang baru dilepas atau varietas yang sudah komersil, tetapi juga varietas yang bersifat spesifik lokasi atau varietas yang memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit. Adapun tahapan dalam teknik produksi benih padi antara lain: 1. Pemilihan Benih Padi Unggul. Setelah menentukkan varietas yang dipilih sebelumnya, dulur perlu memilih benih padi unggul. Pilihlah benih padi unggul yang baik. Sebab benih padi unggul akan menentukan hasil produksi yang maksimal. Maka dari itu harus cermat dan teliti dalam pemilihan benih padi unggul agar dapat memperoleh hasil panen yang tinggi. Benih padi gogo tidak memerlukan persemaian. - Persiapan Lahan Lahan di genangi air terlebih dahulu 5-6 hari sebelum diolah. Lahan dibajak dua kali untuk mendapatkan pelumpuran yang baik. Garuk dan ratakan permukaan tanah hingga siap tanam. - Pindah Tanam Pindah tanam dilakukan saat benih berumur 15 - 20 hari agar pembentukan anakan lebih optimal. .

agar benih padi mudah dicabut